Mataram, 16 Maret 2026
Pemberitaan yang dimuat oleh media online Insidelombok menuai sorotan dari sejumlah warganet di media sosial setelah dianggap memuat narasi yang dinilai tidak sesuai dengan fakta yang disampaikan dalam forum resmi.
Sorotan tersebut muncul setelah beredarnya unggahan di Facebook yang mempertanyakan isi pemberitaan terkait hasil pemeriksaan DNA dalam sebuah kasus yang tengah menjadi perhatian publik.
Dalam pemberitaan yang beredar, disebutkan adanya DNA seseorang pada kuku korban. Namun sejumlah warganet menilai informasi tersebut tidak sejalan dengan penjelasan yang disampaikan dalam siaran langsung rapat di Komisi III DPR RI, di mana disebutkan bahwa DNA tersebut tidak terdeteksi secara jelas.
Unggahan tersebut kemudian memicu berbagai tanggapan dari masyarakat di media sosial. Banyak pengguna yang meminta agar media lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi, terutama terkait kasus yang masih dalam proses penanganan.
Sejumlah warganet juga mempertanyakan sumber informasi yang digunakan dalam pemberitaan tersebut dan berharap adanya klarifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Insidelombok belum memberikan pernyataan resmi terkait sorotan yang berkembang di media sosial.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya prinsip akurasi dan verifikasi dalam dunia jurnalistik, agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap berdasarkan fakta yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan.
Penulis: Hariadi
