Janji Besar, Realita Pahit: NTB Tertinggal Jauh dalam Investasi Asing 2025

Mataram, NTB – 22 September 2025


Slogan ambisius NTB Makmur Mendunia yang digadang Gubernur NTB Iqbal Dinda kini dipertanyakan publik. Data terbaru Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan bahwa pada semester I 2025, Nusa Tenggara Barat hanya mampu mencatatkan realisasi investasi asing sebesar 287 juta dolar AS, menempatkannya di peringkat ke-18 dari 34 provinsi di Indonesia.

Angka tersebut jauh tertinggal dari provinsi-provinsi dengan capaian tertinggi, seperti Jawa Barat (3,97 miliar USD), Sulawesi Tengah (3,74 miliar USD), dan DKI Jakarta (3,15 miliar USD). Bahkan di tingkat regional Bali dan Nusa Tenggara, NTB hanya menempati posisi kedua, terpaut lebar dari Bali yang menembus 912 juta dolar AS.

Kondisi ini menandakan perlambatan signifikan dalam iklim investasi di NTB, meski provinsi ini memiliki potensi besar di sektor pariwisata, energi terbarukan, dan pertambangan. Beberapa ekonom menilai stagnasi ini dipengaruhi oleh minimnya terobosan kebijakan, ketidakpastian regulasi, dan kurang optimalnya pemanfaatan proyek strategis seperti Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.

“Capaian investasi yang tertinggal jauh harus menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah. Tanpa langkah konkret, slogan ‘NTB Makmur Mendunia’ akan tinggal janji,” ujar seorang pengamat ekonomi lokal.

Pemerintah provinsi sendiri sebelumnya berkomitmen menarik investor asing melalui kemudahan perizinan dan pembangunan infrastruktur. Namun, fakta semester pertama 2025 memperlihatkan bahwa gairah investasi di NTB belum pulih, bahkan dengan dukungan event internasional seperti MotoGP Mandalika.

Lalu akankah selogan dari gubernur NTB saat ini yakni lalu Muhammad Iqbal yang mengatakan "NTB MAKMUR MENDUNIA"  Terwujudkan?, atau malah sebaliknya?

Dengan semester kedua 2025 masih berjalan, publik kini menanti aksi nyata dari Gubernur Iqbal Dinda untuk membalikkan keadaan dan memastikan bahwa visi besar NTB tidak berhenti sebagai slogan politik semata.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama