NTB MENDUNIA — Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Universitas Mataram (Unram), Joko Jumadi, membantah keras kabar yang menyebutkan bahwa pemeran dalam sebuah video asusila yang beredar di media sosial merupakan mahasiswa Unram dan terjadi di wilayah Lenek, Lombok Timur.
Joko Jumadi menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Tidak benar bahwa pemeran yang ada di dalam video itu mahasiswa kami. Video itu sudah kami temukan sejak tanggal 25 September 2025, dan itu bukan kejadian yang terjadi di Lombok,” tegas Joko.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran internal sejak video tersebut pertama kali ditemukan. Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan keterkaitan antara video tersebut dengan mahasiswa Unram maupun lokasi di Lombok.
Sementara itu, seorang mahasiswa yang berinisial AJP, yang namanya turut disebut-sebut dalam isu yang beredar, juga membantah tuduhan tersebut.
“Saya berani bersumpah bahwa dalam video itu tidak benar atas diri saya,” ujar AJP.
Baca juga:https://ntbmenduniaa.blogspot.com/2026/01/kasus-pelecehan-seksual-di-praya-timur.html
Joko berharap masyarakat lebih bijak dan tidak mudah terpengaruh oleh isu liar yang belum tentu kebenarannya. Ia mengingatkan bahwa penyebaran informasi tanpa verifikasi dapat merugikan pihak-pihak yang tidak bersalah dan berdampak pada reputasi serta kondisi psikologis individu yang dituduh.
“Publik harus lebih jeli dan tidak langsung mempercayai informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya,” tambahnya.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya literasi digital di tengah maraknya penyebaran informasi di media sosial. Masyarakat diimbau untuk tidak ikut menyebarluaskan konten yang belum terverifikasi demi menghindari dampak hukum dan sosial yang lebih luas.
