Lombok Tengah, NTB – 22 September 2025
Kondisi peternak kambing di Kabupaten Lombok Tengah kian memprihatinkan. Usaha turun-temurun masyarakat Suku Sasak ini menghadapi ancaman kerugian akibat harga jual yang tidak stabil, bahkan sering kali lebih rendah dibanding biaya produksinya.
Para peternak mengeluhkan harga bibit anakan kambing yang jauh lebih mahal dibanding harga jual di pasaran. Belum lagi biaya pakan, obat-obatan, dan perawatan yang terus meningkat, membuat keuntungan semakin menipis. “Bagaimana kami bisa bertahan, kalau harga jual tidak sepadan dengan modal? Banyak peternak akhirnya rugi,” keluh seorang peternak di Desa Batukliang.
Melihat kondisi ini, Zainuri bersama Pemuda Pelopor NTB menggelar hearing bersama Komisi II DPRD Lombok Tengah. Dalam pertemuan tersebut, mereka mendesak pemerintah daerah untuk menjadikan kambing sebagai menu utama program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dinilai sebagai solusi untuk meningkatkan serapan pasar dan menjaga stabilitas harga.
“Kami meminta pemerintah menyuplai kambing sebagai menu utama MBG. Ini bukan hanya untuk membantu peternak, tapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” tegas Zainuri dalam hearing tersebut.
Selain itu, Zainuri menekankan pentingnya kerja sama lintas instansi, terutama antara Dinas Peternakan dan Dinas Kesehatan, untuk memastikan kesehatan dan kelayakan konsumsi daging kambing. Sosialisasi mengenai perawatan, kebersihan kandang, dan kesehatan ternak perlu digencarkan, mengingat sebagian besar peternak masih minim pendidikan formal.
Masyarakat Lombok Tengah yang menggantungkan hidup pada ternak kambing menyambut baik usulan ini. Mereka berharap pemerintah segera merealisasikan kebijakan tersebut agar usaha ternak kambing tidak semakin terpuruk.

