Kupang, Nusa Tenggara Timur — Perjanjian Kerja Sama Regional antara Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi dituntaskan. Kesepakatan ketiga sekaligus terakhir ini dilaksanakan di Golo Mori, Labuan Bajo, dan menjadi tonggak penting penguatan sinergi pembangunan lintas wilayah di kawasan timur Indonesia.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut berjalan lancar dan dihadiri langsung oleh tiga gubernur, para bupati dan wali kota, serta seluruh perangkat daerah terkait dari masing-masing provinsi.
“Alhamdulillah, perjanjian kerja sama regional Bali–NTB–NTT yang ketiga sekaligus terakhir telah sukses dilaksanakan. Ini bukan sekadar seremoni, tetapi komitmen nyata antar daerah,” ujar Gubernur Iqbal.
Ia menegaskan bahwa seluruh kesepakatan yang dirumuskan dalam kerja sama ini diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di ketiga provinsi. Kerja sama tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari penguatan ekonomi regional, konektivitas antarwilayah, pariwisata, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
Menurut Gubernur Iqbal, kolaborasi ini tidak boleh berhenti pada tataran wacana. Pemerintah daerah berkomitmen memastikan setiap poin kesepakatan dapat diimplementasikan secara konkret dan terukur.
“Kegiatan ini bukan sekadar omon-omon, tetapi komitmen nyata yang kita pastikan terlaksana sesuai harapan,” tegasnya.
Kerja sama regional Bali–NTB–NTT ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing kawasan, mempercepat pemerataan pembangunan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan kolaboratif antarprovinsi.
Dengan dituntaskannya perjanjian ini, pemerintah daerah diharapkan mampu menjaga konsistensi pelaksanaan program bersama serta memperkuat koordinasi lintas wilayah demi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
