NTB MENDUNIA | PRAYA TIMUR — PENA IPNW Praya Timur menjadi salah satu ikhtiar strategis PC IPNW Praya Timur dalam memperkuat literasi digital santri melalui pelatihan desain grafis di tengah percepatan perkembangan teknologi yang kini menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan.
Pada Rabu, 11 Februari 2026, jajaran pengurus PC IPNW Praya Timur mulai melakukan sosialisasi program sekaligus meminta delegasi dari sejumlah Pengurus Komisariat (PK) madrasah. Kegiatan ini bertujuan untuk menjelaskan urgensi, tujuan, serta manfaat pelatihan dalam membangun kapasitas kreatif dan komunikasi visual santri di era digital.
Rombongan pengurus berangkat dari Anjani, Lombok Timur, menuju Kecamatan Praya Timur. Kunjungan pertama dilakukan ke PK IPNW Al-Ittihadiyah NW Sepakat. Di lokasi tersebut, pengurus disambut oleh Kepala MA, Ust. Abdul Manan, yang menyambut positif program PENA IPNW Praya Timur. Ia menegaskan pentingnya pelatihan desain grafis sebagai bekal bagi santri dan santriwati menghadapi tantangan zaman.
Sebagai bentuk dukungan, pihak madrasah menunjuk lima santriwati sebagai delegasi untuk mengikuti pelatihan, yakni Nazila Maesaroh, Zaida Mursyida Syaif, Nur Maulida, Anis Majeha, dan Eliana Ayatul Husna.
Baca juga:https://ntbmenduniaa.blogspot.com/2026/01/asosiasi-pemuda-inspirator-ntb-tegaskan.html
Selanjutnya, pengurus melanjutkan sosialisasi ke PK IPNW Majidul Wathani NW Sekilat, PK IPNW Nurmadani NW Semoyang, PK IPNW Nurunnubuwah NW Repok Buwuh, serta PK IPNW Zainuddin Atsani NW Lingkok Dane. Di PK IPNW Zainuddin Atsani NW Lingkok Dane, kepala madrasah turut mengapresiasi program tersebut dan menyebutnya sebagai langkah yang relevan dengan kebutuhan santri masa kini.
Rangkaian sosialisasi ini tidak hanya menjadi bagian dari persiapan teknis pelatihan, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi kaderisasi digital di lingkungan IPNW. Meski diwarnai dinamika perjalanan, termasuk sempat tersesat saat menuju salah satu pondok pesantren, seluruh agenda berjalan lancar dan penuh semangat kebersamaan.
Melalui PENA IPNW Praya Timur, IPNW berharap santri tidak hanya mampu memahami teknologi, tetapi juga menguasai keterampilan desain grafis sebagai media dakwah, literasi, dan pengabdian di tengah masyarakat.
Penulis: Hariadin
