Takbiran Diimbau Tidak Berlebihan, Gubernur NTB Tekankan Pentingnya Toleransi

Mataram, 18 Maret 2026

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal, mengimbau masyarakat agar pelaksanaan takbiran menjelang Hari Raya Idul Fitri tidak dilakukan secara berlebihan, khususnya dalam penggunaan pengeras suara.

Imbauan tersebut disampaikan mengingat perayaan Idul Fitri tahun ini berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, sehingga diperlukan sikap saling menghormati antarumat beragama agar suasana tetap kondusif.

Menurut Gubernur, toleransi bukan sekadar slogan, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.

“Momentum ini harus kita jaga bersama. Kita ingin semua umat bisa menjalankan ibadah dengan nyaman tanpa saling mengganggu,” ujarnya.

Sejumlah Kesepakatan Bersama

Dalam rangka menjaga harmoni, pemerintah bersama tokoh masyarakat dan lintas agama telah menyepakati beberapa hal penting, di antaranya:

Kegiatan ogoh-ogoh dihentikan sementara saat adzan berkumandang

Umat Islam diimbau tidak melintas saat pelaksanaan Nyepi

Takbiran diminta tidak menggunakan pengeras suara secara berlebihan

Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi agar tidak terjadi gesekan di tengah masyarakat yang beragam.

NTB Tetap Kondusif

Gubernur memastikan bahwa kondisi Nusa Tenggara Barat sejauh ini tetap aman dan kondusif. Namun demikian, langkah pencegahan tetap perlu dilakukan untuk menjaga stabilitas dan kerukunan yang telah terbangun.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai contoh nyata bahwa keberagaman dapat berjalan berdampingan dengan damai.

“Kalau kita saling menghargai, maka semua perayaan bisa berjalan dengan baik. Inilah wajah NTB yang kita banggakan,” tegasnya.

Dengan adanya imbauan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam merayakan hari besar keagamaan, serta terus menjaga nilai-nilai toleransi yang menjadi kekuatan utama daerah.

Penulis: Hariadi

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama