Gubernur Iqbal Ingatkan MUI NTB Responsif terhadap Masalah Keumatan

Mataram, 11 April 2026 – Gubernur Lalu Muhamad Iqbal mengingatkan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Barat agar lebih responsif dan peka terhadap berbagai persoalan keumatan yang tengah dihadapi masyarakat.

Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah meningkatnya kasus pelecehan seksual, termasuk yang terjadi di lingkungan pendidikan. Gubernur menegaskan pentingnya peran ulama dalam memberikan pandangan dan solusi keagamaan yang relevan dengan kondisi sosial saat ini.

“Banyak terjadi pelecehan seksual, bahkan di institusi pendidikan Islam. Jangan sampai muncul stigma bahwa pondok pesantren rentan terhadap kejahatan tersebut,” tegasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan saat pelantikan pengurus MUI NTB periode 2025–2030 yang digelar di Auditorium UIN Mataram, Sabtu (11/04/2026). Kegiatan ini juga dihadiri oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN RI, Nusron Wahid.

Selain persoalan sosial, Gubernur juga menyoroti masalah kemiskinan ekstrem di NTB yang masih mencapai sekitar 114 ribu kepala keluarga di 106 desa. Ia menyebutkan bahwa pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata berkualitas menjadi program strategis pemerintah daerah.

Menurutnya, pembangunan spiritual tidak secara khusus disebut sebagai program strategis karena telah menjadi kewajiban dasar pemerintah. Namun, nilai-nilai spiritual tetap menjadi fondasi penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan di berbagai sektor.

Sementara itu, dalam kuliah kebangsaan yang disampaikannya, Nusron Wahid menegaskan bahwa kekuatan suatu negara ditopang oleh peran ulama, keadilan hukum, serta kebijakan politik yang berpihak pada kesejahteraan rakyat.

“MUI sebagai wadah para ulama memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan tersebut,” ujarnya.

Ia juga mengutip pesan ulama besar Abdul Qodir Jaelani tentang kriteria ulama yang patut diikuti, yakni yang memiliki sanad keilmuan yang jelas hingga Nabi Muhammad SAW, berkomitmen dalam ibadah, serta memiliki rasa takut kepada Allah SWT.

Di sisi lain, Ketua MUI Pusat Bidang Informasi, Komunikasi, dan Digital, KH Masduki Baidlowi, menyoroti tantangan MUI di era digital. Ia menyebutkan bahwa otoritas ulama saat ini mulai tergerus oleh arus informasi di media sosial yang cenderung mengedepankan isu viral dibandingkan substansi keilmuan.

“Kepercayaan kepada ulama menjadi tantangan besar, karena kini banyak dipengaruhi oleh algoritma media sosial yang seringkali mengabaikan kedalaman ilmu,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua MUI NTB terpilih, TGH Badrun, menyatakan kesiapan seluruh jajaran MUI NTB dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam pembangunan umat.

Ia menyebutkan bahwa kepengurusan MUI NTB periode ini terdiri dari 124 orang yang mencakup guru besar, doktor, ulama, dan cendekiawan, yang siap berkontribusi aktif dalam menjawab tantangan keumatan di daerah.

(NTB Mendunia, 11 April 2026)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama